Belajar dari Kisah Rama dan Shinta
REFLEKSI FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN
"NONTON WAYANG"
Senin, 27 November 2017
Pukul 20.00 s.d. 22.00
Museum Sonobudoyo
Jl.
Trikoro No.6 Yogyakarta
(sebelah utara Alun-alun Utara Yogyakarta)
BismiIlahirrohmanirrohim, akhirnya
hari yang ditunggu – tunggu telah tiba. Meski cuaca kurang bersahabat, namun
belalang pembelajar dari kelas PARA LOGOS PEP B telah berkomitmen untuk berkunjung ke museum sonobudoyo guna
melihat pertunjukan wayang yang disarankan oleh prof. Marsigit.
Setibanya di Museum Sonobudoyo,
saya langsung menuju belakang layar, karena “kata orang” melihat pertunjukan
wayang itu harus dari sisi belakang. Sedikit menyayangkan, saya dan beberapa
teman terlambat hadir pada saat itu. Namun karena kami juga telah diberi
selebaran berisi garis besar cerita dari tempat kami registrasi, maka kami
mencoba memahaminya terlebih dahulu dari ketertinggalan kami tadi.
Iya, kali ini bercerita tentang
“HANOMAN’S MISSION” à MISI HANOMAN
But, ternyata ini merupakan
episode ke 2. So that, kita akan review lagi dari episode 1 agar alur cerita
nya semakin paham dan tentu dapat di interpretasi secara filsafat
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ABDUCTION
OF SHINTA (episode 1)
Rahwana sedang berbicara dengan Indrajit (anaknya), Prahasta (perdana menterinya), kamu Marica (pelayannya), tentang keinginannya untuk membuat Shinta menjadi seorang ratu. Disepakati bahwa Marica akan menggoda shinta. Di istana raja, Marica bergegas ke hutan dandaka.
Rama, Shinta, dan laksmana sedang berkeliaran di hutan dandaka saat melihat rusa emas, yang merupakan transformasi dari Marica - muncul, menggoda Shinta. Dia meminta Rama untuk menangkapnya saat Shinta dan Laksmana sedang menunggu, mereka mendengar rama memanggil bantuan tapi Marica (menirukan suara Rama). Atas permintaan Shinta, laksmana buru-buru membantu Rama, Shinta sekarang dibiarkan sendiri. Tiba-tiba Rahwana muncul dan membawanya pergi. Saat terbang pulang, rahwana (shinta di lengan kirinya), diserang oleh Jatayu, teman Rama, yang ingin menyelamatkan Shinta. Jatayu dilukai serius oleh Rahwana (dalam pertarungan). Dia jatuh ke tanah. Dia masih terbaring di sana saat Rama dan Laksmana menemuinya, Jmeninggal dunia setelah menceritakan kepada mereka bahwa Shinta telah diculik oleh Rahwana.
Secara
filsafat, etik dan estetika dari episode 1 di atas sungguh dapat kita lihat.
Bagaimana seorang Rahwana yang berpangkat tinggi, ingin menjadikan Shinta sebagai
ratunya dengan menghalalkan segala macam cara dan memperbudak siapa saja yang
dapat membantu misi dan rencanya. Skenario yang telah dirancang sedemikian
rupa, malah mencerminkan bagaimana seorang raja yang malah minim etikanya,
terlalu licik, dan tidak memanfaatkan jabatan atau kepemimpinannya secara bijak
dan benar. Para bawahan Rahwana juga setia dan patuh terhadap apa yang di
perintahkan sang Raja. Selain itu, seorang Rama yang begitu tulus mencintai
Shinta, rela berkorban mengejar rusa atas permintaan Shinta padahal ternyata
itu adalah rencana pengalihan Rama dari Shinta hingga akhirnya Shinta ditinggal
sendiri. Estetika dari episode ini mungkin belum terlalu terlihat, karena malam
ini sebenarnya merupakan jalan cerita dari episode 2 dan tulisan ini hanyalah
flashback semata.
Next,
ayo kita bercerita tentang episode pada malam hari ini ^_^
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
MISI
HANOMAN (episode 2)
Rama berkata kepada Sugriwa bahwa dia ingin tahu
apa yang Shinta lakukan ke alengka dan meminta bantuannya. Sugriwa memutuskan
bahwa Hanoman akan melaksanakan misi ini dan segera mengirimnya ke alengka. Trijatha sangat menghibur shinta yang sangat
terganggu oleh Rahwana yang terus membujuknya untuk menikahinya (Shinta tidak
pernah menyerah). Tiba-tiba, Hanoman datang dan memberitahu Shinta bahwa dia
dikirim oleh Rama. Setelah melakukan ini, daun Hanoman, menghancurkan kebun.
Sayangnya, dia ditangkap oleh Indrajit yang dengan segera membuatnya dibakar.
Namun Hanoman tidak terluka oleh api. Dengan menggunakannya, ia berdiri di
istana Rahwana. Maka Hanoman kembali ke Pancawati aman dan sehat.
NOTE : MONGGO DIBACA DULU BAGIAN YANG INI
Sebelum menceritakan alur cerita misi hanoman, saya
ingin memaparkan terlebih dahulu siapa itu Hanoman. Menurut Wikipedia, Hanoman
adalah salah satu dewa dalam agama Hindu yang berperan sebagai tokoh protagonis
dalam cerita Ramayana yang paling terkenal. Hanoman adalah seekor kera putih
(dalam bahasa jawa ‘ketek puti’) yang merupakan putra dari Batara Bayu dan
Anjani yang juga merupakan keponakan dari Subali dan Sugriwa
Suatu ketika Rama dan Laksamana datang ke Kiskenda
(kerajaan yang diperintah oleh Sugriwa), saat itu pula Sugriwa cemas dengan
kedatangan mereka berdua. Sehingga, Sugriwa memutuskan untuk memanggil prajurit
handalannya yaitu Hanoman untuk menyelidiki maksud kedatangan mereka berdua.
Hanoman pun menerima tugas yang diberikannya kemudia ia menyamar menjadi
Brahmana untuk menyelidiki Rama dan Laksamana. Ketika Hanoman menyelidiki Rama
dan Laksamana tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan dari mereka berdua. Rama
pun menceritakan maksud kedatangnnya untuk bertemu dengan Sugriwa. Karena tidak
ada tanda-tanda yang mencurigakan, Hanoman pun kembali ke wujud aslinya dan
mengantarkan mereka berdua menemui Sugriwa.
Maksud Rama menemui Sugiwa adalah meminta bantuannya
untuk membantu mencari tahu keberadaan Shinta. Dalam menjalankan misi tesebut,
Sugriwa mengutus pasukannya untuk mencari tanda-tanda keberadaan Shinta, dan
membawa Shinta kehadapan Rama jika sudah ditemukan. Pasukan yang ditugaskan
oleh Sugriwa dipimpin oleh prajurit handalan Sugriwa yaitu Hanoman dan Anggada.
Dalam melaksanakan tugas tesebut, Hanoman dan Anggada
melakukan perjalanan yang sangat lama sampai pada akhirnya mereka tesesat di
suatu kota yang megah dan bertemu dengan Swayampraba. Atas bantuan
Swayamprabalah Hanoman dan Anggada akhirnya bisa pergi dari kota tersebut dan
dengan kekuatan saktinya Swayampraba, mereka berdua berada di sebuah pantai
hanya dalam sekejap saja.
Ketika di pantai, Hanoman bertemu dengan Sempati,
yaitu seekor burung raksasa yang tidak memiliki sayap. Hanoman menceritakan
maksud dan tujuannya kepada Sempati, dan meminta bantuan Sempati. Sempati pun
memberikan keterangan bahwa Shinta ditawan di sebuah istana yang terletak di
Kerajaan Alengka yang dipimpin oleh Raja Rahwana. Hanoman pun berterimakasih
atas keterangan yang diberikan oleh Sempati dan memikirkan bagaimana cara
menuju Alengka.
Hanoman teringat akan kekuatan yang dimilikinya yaitu
bisa terbang dan menyeberangi lautan agar bisa sampai ke Alengka. Sesampainya
di Alengka, Hanoman menyamar menjadi monyet kecil dan mencari Shinta. Setelah
mencari-cari, akhirnya Hanoman menemukan Shinta di suatu taman yang disebut
taman Asoka. Pada saat itu Hanoman melihat Shinta sedang dirayu oleh Rahwana.
Karena rayuannya gagal, akhirnya Rahwana pun pergi dan Hanoman menghampiri
Shinta. Hanoman menceritakan maksud kedatangnnya kepada Shinta. Awal mulanya
Shinta curiga dengan kedatangan Hanoman, tetapi karena Hanoman menyerahkan
cincin milik Rama dan Hanoman juga menjanjikan bantuan untuk Shinta, namun
Shinta menolak. Shinta berharap Rama yang datang menghampirinya. Akhirnya
Hanoman pun pamit pergi dari Shinta. Sebelum Hanoman pergi, ia memporak
porandakan taman Asoka yang berada di istana Rahwana, selain itu juga ia
membunuh ribuan tentara prajurit Rahwana. Akhirnya Hanoman ditangkap oleh
Indrajit (putra sulung Rahwana). Atas kekuatannya, Hanoman pun bisa lepas dari
tangkapan Indrajit.
Ketika Rahwana hendak memberikan hukuman mati kepada Hanoman dengan membakarnya, Shinta berdoa agar api yang membakar Hanoman menjadi sejuk dan kemudian terkabul, api yang membakar Hanoman menjadi sejuk. Lalu api yang membakar dirinya, ia memberontak dan membakar kerajaan Alengka. Kerajaan Alengka pun menjadi lautan api. Akhirnya Hanoman bisa membawa kabar gembira dan menghadap Rama dengan membawa Shinta. Setelah itu Rama menyiapkan pasukan untuk menggempur Alengka.
ITS A WRAAPPPP......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Secara etik dan estetika, pasti kita sudah tahu, bagaimana ketulusan dan
kesetiaan Sugriwa, Hanoman dan Anggada dalam menjalankan misi demi mencari
keberadaan Shinta, dan bagaimana kekuatan cinta Rama dan Shinta sangat kuat.
Terlihat ketika Shinta dijemput oleh Hanoman (utusan Rama) dia tidak mau pergi
dengannya. Shinta tetap ingin Rama yang menjemputnya. Sungguh hal yang patut
dicontoh dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari tentang arti kesetiaan, keloyalitasan
dan kekuatan cinta dan persahabatan dengan orang lain. Secara estetika,
keindahan bayangan yang dibentuk oleh bayangan dari masing-masing tokoh sungguh
apik. Namun, ketika kita melewati atau tidak mehamai satu scene saja, saya
selalu cepat lupa dengan bentuk tokoh wayang yang satu dengan tokoh wayang yang
lain, dikarenakan bentuk fisiknya yang hampir serupa.
Sedikit menyesal, seharusnya bagi orang visual seperti saya kemungkinan akan
lebih paham ketika melihat pertunjukannya dari sisi depan bukan belakang,
karena jikalau dari depan kita akan melihat tokoh wayang dengan warna dan fisik
yang lebih jelas, bukan lagi bayangan.
Nah, dari sisi depan yang seperti ini maksud hati yang kuutarakan di atas tadi
Iya, ini pengalaman saya, bersama teman-teman dari Kelas Para Logos PEP B. Sungguh,
baru kali ini saya mengikuti cerita tentang wayang hingga akhir. Padahal ini
baru sebagian kecil tokoh wayang yang dipaparkan, namun entah mengapa saya
belum tertarik untuk membaca cerita tokoh pewayangan yang lain. Hehhehe ^_^
AKHIRNYAAA GENGS, TELAH LUNAS KEWAJIBAN KITA MENONTON WAYANG SEBAGAI BAGIAN
DARI TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT YAA...
Dan, ini dia kami. PARA LOGOS PEP B, yang makin hari makin pinter
berFilsafat. Meski kurang lengkap personilnya, ini sudah sebagian besarnya koq, dan ini bonus bersama bapak Dalang yang Terhormat. Ini foto pertama dari kelas kami setelah hampir 1 semester tidak pernah
berfoto bersama. Wkwkwk...



Komentar
Posting Komentar