Identitas Diriku (Short Answer Test Part 1)
REFLEKSI FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN
PERTEMUAN KE -2
Rabu, 4 Oktober 2017
Pukul 11.10 s.d. 12.50
Gedung Lama Pascasarjana Ruang 200B
Dipaparkan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Seperti biasa, perkuliahan dimulai dengan berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing. Untuk yang beragama islam diminta membaca surat Al
Fatihah dan yang lain menyesuaikan. Setelah itu pertemuan kali ini, beliau
meminta mahasiswa mengeluarkan selembar kertas untuk melaksanakan tes jawab
singkat. Tes ini berupa pertanyaan-pertanyaan singkat dan diharapkan mahasiswa
menjawabnya dengan singkat pula dengan jawaban yang konteks dan ruang
lingkupnya adalah filsafat. Sebagian besar mahasiswa mendapat nilai 0 (nol) dan
empat mahasiswa mendapat nilai 4. Berikut tabel soal dan jwaban tes jawab
singkat.
No.
|
Soal
|
Jawab
|
No
|
Soal
|
Jawab
|
1
|
Anda itu apa?
|
Hakikat
|
14
|
Siapa di bawah anda?
|
Bayangan
|
2
|
Anda itu siapa?
|
Potensi
|
15
|
Apa masa depan anda?
|
Teleologi
|
3
|
Anda itu mana?
|
Terpilih
|
16
|
Apa sejarah anda?
|
Fatal
|
4
|
Anda darimana?
|
Terpilih
|
17
|
Apa sejarah anda?
|
Vital
|
5
|
Anda mau kemana?
|
Memilih
|
18
|
Siapa nama anda?
|
Icon
|
6
|
Anda sedang apa?
|
Mengada
|
19
|
Dimana rumah anda?
|
Dalam Bahasa
|
7
|
Anda dengan siapa?
|
Pikiran
|
20
|
Siapa orang tua anda?
|
Potensi jiwa
|
8
|
Anda itu mengapa?
|
Bertanya
|
21
|
Apa milik anda?
|
Sifat
|
9
|
Anda sedang memikir apa?
|
Obyek
|
22
|
Apa bayangan anda?
|
Kenyataan
|
10
|
Anda asalnya darimana?
|
Potensi
|
23
|
Apa ketetapan anda?
|
Ideal
|
11
|
Siapa di belakang anda?
|
Epoche
|
24
|
Apa kenyataan anda?
|
Realis
|
12
|
Siapa di depan anda?
|
Pilhan
|
25
|
Siapa musuh anda?
|
Mitos
|
13
|
Siapa di atas anda?
|
Prinsip
|
|||
Filsafat itu ada tiga
pilar, yakni pilar hakikat, pilar metode dan pilar manfaat. Jadi orang yang
berpikir dengan berfilsafat itu hanya tentang hakikat, metode berpikirnya, dan
manfaatnya. Maka untuk pertanyaan “Anda
itu apa?” Jawabannya Anda adalah hakikat.
Kalau secara spiritual, “apakah anda itu?” maka dapat dijawab “aku adalah
ibadahku”.
Kemudian “Siapa anda?”. Anda
adalah potensi. Jangankan manusia,
tumbuhan, hewan, bahkan batu pun adalah potensi. Ada dua macam potensi, yakni
potensi tetap dan potensi berubah. Atau potensi takdir dan potensi ikhtiar.
Atau potensi fatal dan potensi vital. Sehingga, apapun yang sudah terjadi dinamakan
potensi takdir. Maka bagi orang-orang yang beriman takdir itu yang terbaik.
Itulah pentingnya beriman, ketika ada kematian maka sudah disadari bahwa itulah
takdir yang terbaik. Jika kita tidak beriman, maka kacaulah hidup kita.
to be continue . . . . .
Seperti halnya komentar
Donald Trump menanggapi penembakan massal yakni “setiap kematian adalah
mengerikan”. Sedangkan kalau orang yang beriman tidak mungkin mengatakan hal
semacam itu, bahwa setiap kematian memanglah sebuah takdir apalagi kalau sudah.
Maka sebenar-benar masa lalu mu adalah qodar/ takdir. Sedangkan qodar/ takdir
itu adalah yang terpilih. Kita semua telah dipilih oleh Tuhan. Masa depan mu
adalah memilih. Yang memilih adalah diri kita masing-masing. Misal memilih
untuk melihat dan mendengar sesuatu. memilih bernafas atau tidak, memilih duduk
yang seperti apa, memilih merasakan, berpikir, menyentuh sesuatu, dan
lain-lain. Maka sebenar-benar masa depan mu adalah pilihanmu. Maka
sebenar-benar hidup adalah pilihan. Itulah yang dinamakan ihtiar atau fatal.
Lalu, jika “Anda sedang
apa?” jawabannya adalah mengada. Semua
yang ada dan yang mungkin ada adalah potensi. Misal batu memiliki potensi
apapun, seperti potensi pecah membesar, mengecil, menjatuhkan orang, dan lain
sebagainya. Potensi itu bersifat tak hingga, artinya banyak sekali dan tidak
dapat kita menghitungnya. Misal potensi manusia untuk sehat, sehat dan senang,
sehat tapi kurang senang, sangat sehat dan senang, potensi kematian, potensi
rejeki, potensi dipercaya, potensi pergi, potensi tidak pergi, dan masih banyak
lagi. Maka berfilsafat itu sifatnya cair, pikiran kita menjadi ter-breakdown artinya tidak mudah terpancing
atau tergantung pada satu sisi (fanatisme), bukan monotisme karena itu hanya
milik Tuhan. Sehingga semua yang ada itu potensi. Potensi menjadi potensi yang
lain dinamakan mengada. Bisa mengada karena memiliki kesempatan untuk memilih.
Kemudian, jika “Anda
dengan siapa?” Jawabannya adalah pikiran.
Maka sebenar-benar hidup adalah ketika engkau berpikir. Jadi ketika engkau
tidak berpikir, maka anda tidak hidup. Jadi kalau anda mendapat nilai 0 (nol)
maka tidak adalah engkau disini (atau disebut mati) meskipun secara fisik anda
berada disini. Jenis mati itu bermacam-macam. Maka sebenar-benar manusia tidak
ada istilah mati karena kita semua tahu bahwa setelah kematian akan ada
kehidupan lagi. Mati nya spiritual berbeda makna nya dengan mati nya filsafat, beda lagi dengan matinya
perdagangan, beda lagi dengan matinya politik. Oleh karena itu, sebenar-bnar
mati menurut filsafat adalah ketika anda sedang tidak lagi berpikir.
Jika seorang kiyai/
ustad mengatakan “sebenar-benar saya sedang menyaksikan banyak orang lalu
lalang di jalan gejayan, tapi aku melihatnya sebagai mayat-mayat yang berjalan
karena mereka sedang tidak dalam keadaan berdoa, maka matilah dia”. Kalau
menurut seorang filsuf mengatakan “saya menyaksikan di kelas ini banyak
mayat-mayat yang berjalan setelah itu banyak mayat-mayat yang duduk, banyak
mayat-mayat yang menulis menjawab pertanyaan saya, tapi mereka tidak dalam
keadaan berpikir karena baru saja mendapat nilai 0 (nol)”
Lalu, “Anda itu mengapa?”
Jawabannya adalah bertanya, anda ada
disini karena bertanya. Karena bertanya adalah awal dari timbulnya pikiran.
Kemudian jika “Asalmu dari mana?” jawabannya adalah potensi fatal dan vital. Sedangkan untuk pertanyaan “Siapakah
dibelakangmu?” jawabannya adalah epoche.
Secara fisik, manusia
diberi karunia oleh Tuhan berupa gudang yang terletak dibelakang kita, kemanapun kita pergi gudang penyimpanan itu
selalu mengikuti kita. Tempat di belakang kita itu adalah secara fisik sudah
merupakan gudang karena engkau tidak mampu melihatnya, tidak mampu melihat apa
yang ada di belakang dirimu, sehingga engkau tidak perlu memikirkannya. Ibarat
sedang mengendarai kendaraan, janganlah sering melihat ke belakang, fokus saja
ke depan karena nanti perjalanan terganggu. Itulah nikmatnya punya mata di
depan, karena kalau satu di depan dan satu di belakang, pasti kita akan menjadi
malas dalam menggerakkan kepala karena merasa sudah dapat melihat segala arah.
Secara metafisik
(disebalik yang fisik), ketika anda sedang berada di depan saya, saya
tidak sedang memikirkan istri saya.
Istri saya sudah saya simpan di dalam epoche sebab kalau saya sedang memandang
kalian lalu harus juga memikirkan istri saya maka saya tidak bisa fokus karena aku
fokus sedang berpikir tentang pikiran yaitu tentang filsafat ilmu. Itulah yang
dinamakan abstraksi. Abstraksi itu memilih, di antara pandangan di depan ku
banyak sekali yang dapat dilihat. Tapi saya memilih melihat kalian dan fokus
untuk memikirkan filsafat ilmu. Jadi itulah sifat abstraksi manusia, yakni
sifat memilih. Abstraksi adalah fokus kepada apa yang ingin dibicarakan, dan
relevan dengan kepentingannya. Sebenar-benarnya orang yang bijaksana atau
cerdas itu memilih sesuai dengan ruang dan waktu nya.
Pertanyaan
12, 13, dan 14. “Siapa di depan anda?” Didepan kita adalah pilihan, maka sebenar-benar masa depanmu adalah pilihanmu. “Siapa
diatas anda?” Prinsip. Seperti
halnya kamu duduk disini itu prinsip. Prinsip memilih. Prinsip yang paling
tinggi milik Tuhan, diturunkan prinsip milik negara UUD 1945, prinsip
universitas. Pinsip itu ada diatas, karena yang mengatur kita. “Siapa dibawah
anda?” Bayangan. Bayangan kita itu
kenyataan kita. Yang dibawahmu adalah bayang-bayang dari sebuah atau beberapa
prinsip. Rumah makan menyediakan makanan karena ada bayang-bayang resep.
Semakin tinggi prinsip maka semakin tunggal, namun jika semakin kebawah itu
disebut plural.
Pertemuan ini mengajarkan saya untuk selalu rendah hati terhadap ilmu yang saya miliki. Bagaimana tidak, pertanyaan yang dilontarkan adalah pertanyaan yang sama sekali tidak terpikirkan oleh saya terlebih apa jawabannya. Jadi inilah maksud pak Marsigit meminta mahasiswa-mahasiswa membaca elegi-elegi yang beliau buat di blog. Semoga setelah ini saya lebih rajin dan giat lagi dalam membaca postingan-postingan pak Marsigit agar logika dan pikiran saya terstimulus untuk dapat menjawab tes jawab singkat di sesi-sesi berikutnya, Amin.
Komentar
Posting Komentar