Kebebasan Sebab dan Akibat (Shor Answer Test Part 2)

REFLEKSI FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN
PERTEMUAN KE -4

Rabu, 18 Oktober 2017
Pukul 11.10 s.d. 12.50
Gedung Lama Pascasarjana Ruang 200B
Dipaparkan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. 

Perkuliahan dimulai dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk yang beragama islam diminta membaca surat Al Fatihah dan yang lain menyesuaikan. Setelah itu pertemuan kali ini, beliau meminta mahasiswa mengeluarkan selembar kertas untuk melaksanakan tes jawab singkat. Sebagian besar mahasiswa kembali mendapat nilai 0 (nol) walaupun ada yang mendapat nilai 4 dan 8. Berikut tabel soal dan jwaban tes jawab singkat.

No.
Soal
Jawab
No
Soal
Jawab
1
Apakah sebab itu?
Fondamen
14
Apakah mengada sebab?
Pengada sebab
2
Apakah akibat itu?
Belum tentu sebab
15
Apakah sebab mengada?
Ada
3
Apakah sebab dari sebab?
Belum tentu sebab
16
Apakah mengada akibat?
Pengada akibat
4
Apakah sebab dari akibat?
Belum tentu sebab
17
Apakah akibat mengada?
Belum tentu pengada
5
Apakah sebab akibat?
Tesis
18
Apakah pengada sebab?
Belum tentu mengada
6
Apakah akibat sebab?
Akibat
19
Apakah sebab pengada?
Belum tentu mengada
7
Apakah akibat akibat?
Tesis
20
Apakah mengada sebab akibat?
Potensi
8
Apakah sebab sebab sebab?
Fondamen
21
Apakah mengada akibat sebab?
Potensi
9
Apakah akibat akibat akibat?
Tesis
22
Apakah mengada sebab sebab?
Potensi
10
Apakah tanpa sebab?
Intuisi
23
Apakah mengada akibat akibat akibat?
Potensi
11
Apakah tanpa akibat?
Mitos
24
Apakah mengada sebab sebab sebab?
Potensi
12
Apakah sebab tanpa?
Potensi
25
Apakah mengada akibat akibat akibat?
Potensi
13
Apakah akibat tanpa?
Yang ada dan yang mungkin ada


Tes jawab singkat kali ini benar-benar berkesan. Bagaimana tidak, hanya dengan dua kata yakni “sebab’ dan “akibat” dapat dibuat 25 pertanyaan yang berbeda-beda darinya atau bahkan lebih banyak lagi yang mungkin dapat diberikan oleh pak Marsigit. Meskipun beberapa jawaban ada yang sama, namun saya yakin pasti metafisik nya berbeda-beda. 
to be continue . . . . .
 Sejujurnya, terkadang saya ingin tertawa atas kedahsyatan ilmu filsafat ini. Karena, bukan hanya sekedar permainan kata-kata dan bahasa di dalamnya, namun permainan logika dan pikiran kritis sangat ditekankan untuk menjawab pertanyaan yang menurut orang awam mungkin aneh. Dari sinilah saya mengambil pelajaran bahwa sombong adalah hak Allah yang tidak bisa kita pinjam atau memilikinya. Rendah sekali ilmu yang saya miliki, dan itu sangat terasa setiap kali mengikuti mata kuliah ini.  
Teman-teman, marilah kita saling mengingatkan untuk selalu berusaha memahami dan merenguni setiap pertemuan filsafat kita dengan lebih sering membaca, membaca, dan membaca. Nasehatlah satu sama lain agar ikhlas dalam belajar, dan tidak menyepelekan ilmu ini, karena sejatinya inilah takdir Allah yang mana kita ditakdirkan untuk saling bertemu di kelas ini, bertemu mata kuliah ini, dan bertemu dosen yang amat cerdas seperti Prof.Dr. Marsigit M.A. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah swt kapanpun dan dimanapun kita berada. Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kita Bisa (Wa E Wa E O) (Official Song SEA Games 26th-2011) by Yovie and His Friends

RINDU BERBALUT DOA