Belum Bertemunya Aku dengan Kebermaknaan Elegi Wadah dan Isi (Short Test Part 6)
Perkuliahan dimulai
dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk yang
beragama
islam diminta membaca surat Al Fatihah dan yang lain menyesuaikan.
Setelah itu, beliau meminta mahasiswa mengeluarkan selembar
kertas untuk
melaksanakan tes jawab singkat. Kali ini tema tes jawab singkat adalah Wadah dan Isi. Seperti biasa, sebagian besar mahasiswa
mendapat nilai 0 (nol), namun kali ini beberapa mahasiswa nilainya mulai
meningkat
menjadi 4 (empat) dan 8 (delapan). Berikut tabel soal dan jawaban tes
jawab
singkat:
No.
|
Soal
|
Jawab
|
No
|
Soal
|
Jawab
|
1
|
Apa wadahnya angka? | Lambang |
14
|
Apa isinya pendengaran? | Kenyataan |
2
|
Apa isinya angka? | Nnilai |
15
|
Apa wadahnya pikiran? | Spiritual |
3
|
Apa wadahnya material? | Belum tentu material |
16
|
Apa isinya pikiran? | |
4
|
Apa isinya material? | Belum tentu material |
17
|
Apa wadahnya kesadaran? | Potensi |
5
|
Apa wadahnya formal? | Kitab |
18
|
Apa isinya kesadaran? | Persepsi |
6
|
Apa isinya formal? | Harapan |
19
|
Apa wadahnya yang beda? | Kategori |
7
|
Apa wadahnya normatif? | Spiritual |
20
|
Apa isinya yang beda? | Wadah |
8
|
Apa isinya normatif? | Bahasa |
21
|
Apa wadahnya yang sama? | Identitas |
9
|
Apa wadahnya tindakan? | Tulisan |
22
|
Apa isinya yang sama? | Tautologi |
10
|
Apa isinya tindakan? | Kenyataan |
23
|
Apa wadahnya bilangan? | |
11
|
Apa wadahnya penglihatan? | Persepsi |
24
|
Apa isinya bilangan? | Angka |
12
|
Apa isinya penglihatan? | Kenyataan |
25
|
Apa isinya pengada? | Mengada |
13
|
Apa wadahnya pendengaran? | Persepsi | |||
Berulang kali aku memahami, namun tak jua aku menggapai maknanya. Etik dan estetika dari bahasa analog setiap pembahasan mengenai wadah dan isi, mungkin terlalu indah bagiku. Hingga aku belum sanggup menerima elegi ini ke dalam otakku. Astaghfirullahal'adzim..
Aku menyadari, sedari awal aku memang sulit menerima kenyataan bahwa saat ini aku harus belajar ilmu filsafat ini. Perlahan, sembari aku mencoba ikhlas dan mulai penasaran akan filsafat, dan aku mulai memahami tiap-tiap elegi prof. Marsigit yang aku baca. Namun setiap menyentuh dan berkaitan dengan wadah dan isi, kenapa masih belum juga sampai hikmah dan kebermaknaannya di dalam pikiranku.
Astaghfirullah, tolonglah hamba Mu ini yaRobb, berilah kekuatan agar hamba mampu memahami dengan benar perkuliahan filsafat ilmu ini. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Semoga Allah meridhoi setiap pembelajaran kita, dan memudahkan langkah kita menggapai manusia yang cerdas yang mampu mengimplementasikan ilmu yang kita punya. amin. Wallahu'alam bishowab.
Komentar
Posting Komentar